Rabu, 26 Desember 2012

AYI GAIDEN

Part I



Ayi pacaran?
Hemmmm Pacar… kata yang sangat tabu di telinggaku, mikirnya aja udah buatku mual, aku lebih baik pusing mikirin puzzle, atau bertualang dalam dungeon (tempat para petualang di dunia game) dan menghabiskan waktu berjam-jam di muka komputer atau layar game, nggak ada istilah malam mingguan, yang ku rasakan hanya fantasy dan hayalan menjadi seorang petualang.
Orang mungkin berpikir aku yang sudah duduk di bangku SMA ini masih nggak ada pacar, entahlah orang bilang aku homo, hode, atau apa aku nggak perduli, ku malah kasihan liat orang pacaran yang ujung-ujungnya pasti nangis lagi, kaya anak kecil yang permennya diambil, atau minta dot tapi nggak dikasih sama ibunya.
Malam minggu juga bagiku nggak ambil pusing mau jalan ma siapa, cukup ke net nongkrong, kalo lagi suntuk OL di rumah sendiri, bicara tentang game baru dan petualangan baru, nggak sekilas pun terlintas tentang cewek, tapi semua kebahagiaanku itu sirna seketika, ketika aku berjumpa orang ini, seakan-akan dia yang mengambil hidupku, aku dijerat di leher dan dibawanya sekehendak hatinya, mang aku kebo apa? kalo mau ngajak berantem sih ok aja, tapi aku cowok yang nggak bakalan mukul cewek, itu karena aku tau dia karate dan 3 (sabuk hitam tertinggi) sedangkan aku mukul semut aja nggak pernah hikss.
Ceritanya begini sewaktu pulang sekolah lagi suntuk-suntuknya karena pusing nggak dapat mecahin jalan keluar pas aku lagi main game, ku coba ke Gramedia nyari walktrough (paduan para gamer /majalah atau buku) ku lihat pas banget ada game yang nggak bisa ku pecahin tu di majalah, hem, karena uang nggak ada tapi penasaran pengen tau isinya akhirnya ku putuskan, bukan mau nyolong tapi hanya merobek bungkusnya tuh majalah tuk dibaca. Aku bermaksud melakukannya di dalam WC buat di baca, saking gugupnya aku asal dorong pintu WC, anjrittt……….! ada cewek di dalamnya lagi ngangkang, sebelum dia sempat berteriak tanpa pikir panjang aku lari dari tuh Gramedia. Gedubrak! belum sampe pintu gerbang Pak Satpam dah nangkap aku, matilah aku, dalam hidupku inilah kiamat sugro, aku nggak pernah terlibat hal berbau kriminal sebelumnya. Al-hasil udah ku jelasin tetap aja aku disalahkan, dan lebih parahnya lagi ternyata tuh cewek manggil keluarganya, dan aku baru tau ternyata keluarganya dari kalangan preman yang melakukan bisinis legal (Kalo di Jepang terkenal dengan Yakuza, yang ini namanya belum terkenal, makanya aku belum tahunya nama gengnya, ckckck) dan rencananya aku bakal di gebukin nih nanti di luar Gramedia. Hiks, nasib.
Dengan muka sangat memelas, aku memohon sama tuh cewek, “tolong bilang sama keluargamu, maafkan aku, kamu tau kan aku nggak sengaja, nggak mngkin aku sengaja ngintip ato mau nyabulin kamu”, dengan mata yang menyala dia berkata, “kamu tau nggak, nggak pernah seorang pria pun mnyentuhku, apalagi melihat aku di saat seperti itu! kamu harus tanggung jawab!” ku bilang, “apa pun akan kulakukan tapi tolong gimana caranya agar ada jalan keluarnya dan kita damai aja”
“Enak aja minta damai” katanya, “ok ku berikan kamu jalan keluar tapi dengan syarat” katanya, hem mendengar sedikit harapan aku pun langsung mengangguk angguk “apa? katakan aja!” dia bilang, “kamu harus selalu ada di saat aku butuhkan, kalo nggak, semua orang bakal mengenal kamu sebagai tukang cabul dan keluargaku bakal bikin asinan dari daging kamu!” hiksss aku merasa bagaikan Sarimin yang bisa dibawa kesana kemari, tapi daripada milih jadi daging goreng baiklah akan ku lakukan.
“Ok aku mau tapi dengan syarat, ini hanya dilakukan selama satu bulan” kataku, “enak aja” katanya, “nggak bisa! aku akan beri keringanan, aku berikan waktu hukuman selama satu semester katanya, hah?! aku bakal jadi sarimin selama enam bulan, “sini nope kamu!” katanya, “ntar ku hubungi”.
3 hari berlalu ternyata gadis itu nggak ada menghubungi, ternyata hanya gertakan saja rupanya dan mungkin dia berbaik hati dan dah ngelupain segalanya, ah malam ini malam minggu, hal yang sangat menyenangkan di net dan bilang dengan bangga aku dah namatin tuh game baru yang susah banget sama teman-teman, baru mau keluar rumah ternyata ‘tring-tring’ HP bunyi, siapa neh no baru, pas ku angkat, langsung seperti mendengar suara Dewi Kehancuran di telinggaku, “hey cabul! sekarang datang ke CafĂ© Duo katanya, kalo dalam 10 menit nggak ada, kamu babak belur! Hah?? ‘tut tut’ panggilannya diputus.

Bersambung, By NE
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Contact

https://www.facebook.com/tuhuk.maarit

Flickr Photostream

Our Office

Wherever is somewhere at anywhere but not in everywhere

— Links

Popular Posts

Followers

Search