Part IV
Dengan sigap
seperti maling, aku ngendap-ngendap keluar rumah, buka pagar, terus dia
langsung bilang, “malam ni aku mau nginap di rumah kamu” / “Ha..? apa nggak
salah neih? nggak bisa!” / “ok, kalo nggak bisa aku bakal teriak minta tolong
neh! TOOO………….” langsung mukanya ku
tutup pakai tangan, “iya-iya” bisikku, (hem kaya nggak ada rumah aja, apa nggak
dicariin neh jam segene?) ya dah lewat sini!” dengan sangat pelan aku naik ke
lantai 2 dan masuk ke dalam kamar, “tapi pagi jam setengah 6 kita keluar ya,
soalnya nggak lama habis to keluargaku dah pada bangun” / “iya bawel, qu cuman
nggak bisa tidur, malam ini temeni aku” / “aduh, besok kan aku ada les menjahit
sama memasak, eh salah, les matematika sama fisika!” gila neh cewek bunuh
aja gue sekalian.
Pas dalam
keheningan, dia langsung bilang gene, “Yi, enak ya kamu” / “apanya yang enak? (nggak
sadar apa kamu siksa kaya gene)? / “kamu ada di rumah, ada keluarga, ada teman”
/ “kamu tuh yang enak, tinggal suruh, tinggal minta beres” / “tapi nggak semua
orang di sekitarku itu tulus sama aku yi!” / “aku aja lebih memilih jauh dari
rumah, daripada harus dengan mereka” / “emangnya rumah kamu di mana?” / “jauh
dari sini, di sini aku hanya menjauhi dari baying-bayang itu” / “tapi kamu kan
punya segalanya, banyak orang yang mau bertukar posisi dengan kamu Ris” / “kayanya
orang bakal berpikir lagi seandainya tau apa yang kurasakan, tapi udahlah, lo
cabul tidur sana! Aku dah capek ngobrol sama kamu” hem,,, aku hanya diam
walau dia bilang aku cabul dan jahat, tapi kayanya ada nyanyian yang tak
terdengar dalam hatinya, membuat aku ingin semakin tau ada apa denganya, sejenak
aku berpikir dan ingin bertanya kepadanya lagi eh dia malah tidur, tapi mang
bener kata Bobi, dia manis banget saat tidurnya, jauh dari kelakuan-kelakuan
jahatnya padaku, yang terlihat hanya senyumnya, baru kali ini aku menatap
wanita, dan tiba-tiba aja hati ni menjadi panas, serasa seperti David Beckham
yang akan melakukan tendangan penentu ke gawang Swedia! Tapi jauh lebih dalam lagi
dan lebih menegangkan lagi! Entahlah apa namanya, mungkin hal yang selama
ini ku benci, aku coba ambil selimut buat dia, kasihan juga kalo masuk angin,
pasti nanti aku yang tambah repot, hem nggak kerasa dah jam 4, dan aku pun
mulai bisa tidur.
Tereng tereng
jam 7 pagi. “Ayie… bangun…! Skul…!” kata ibuku. Ha?? gimana neh ada Risa dalam
kamar, sedangkan ibu dah gedor-gedor pintu, “bentar ma!” pas ku liat di atas
ternyata Risa dah nggak ada, syukur deh, hem, pas turun ke bawah mao sarapan,
brukak! Ternyata ada Risa di situ, sarapan juga, ha! serasa jantung mo copot,
kok bisa dan bagaimana tuh dia bisa ada di rumah gue ikut makan sama keluarga
gue.
“Tuh tu cewek
tadi jam setengah 7 kesini dan bilang katanya satu kelas sama kamu dan mau
jemput kamu karena takut telat lantaran hari ini kalian maju satu kelompok
bareng” astaga, tu nenek sihir bisa banget bohongnya, tapi yang anehnya kok dia
pakai baju sekolah aku ya? punya siapa lagi tuh di palaknya? Waktu
berjalan dan kami pun dah ada di depan sekolah, “sini motor gua cabul! Loe
sampe disini aja, jalan kaki sono masuk sekolah” Buset, ya iyalah, mang loe
emak gw pake acara nganterin sampe dalam sekolah segala? Lagian gw kan sudah
SMA!!!
Huh baru aja mau nyeritain hal itu sama Bobi,
bel sekolah dah berbunyi dan guru kami pun datang, pas lagi ngelirik Bobi mau
bisikin tentang tadi pagi, tiba-tiba aja bobi melongo, “kenapa lo Bob? sini gue
bacain yasin biar nggak kesurupan!” tapi bobi tetap aja diam, dan ternyata di
depan kelas dah ada wali kelas, tapi yang bikin Bobi melongo ternyata bukan itu,
ternyata di sampingnya ada si penyihir! Alamak! apa lagi neh cewek?? “baiklah”
kata wali kelasku, “ada siswi pindahan baru dari Jakarta” ha…..? aku satu kelas
sama dia?? mau jadi apa aku neh? “semoga kalian bisa akrab dan bisa bekerja
sama” kata wali kelas, “silahkan pilih tempat duduknya” heh dia tepat di
belakangku, hah, dia bakalan ngambil semua kehidupan gue! Matiii……………..!!
bersambung, by NE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar